Hidup Pemuda dengan Ilmu dan Taqwa

Tasikmalaya (28/05/11) ;-
"Hayatul fata bil'ilmi wat taqwa", hidupnya pemuda adalah dengan ilmu dan taqwa, maksud keterangan ini bahwa hidup pemuda tidak cukup dengan ilmu saja tetapi tidak taqwa, begitu juga bila bertaqwa tetapi tidak punya ilmu maka bukanlah ciri seorang pemuda. Bersatunya ilmu dengan taqwa adalah ciri seorang pemuda yang hidup dalam kehidupan sehari-hari, demikianlah yang diungkapkan Uu Ruzhanul Ulum, bupati Tasikmalaya dalam sambutan acara Musyawarah Kabupaten Komite Nasional Pemuda Indonesia (Muskab KNPI) Kab. Tasikmalaya (28/05/11).

Uu mengatakan "Pemuda sebagai kelompok strategis dalam perjalanan sejarah bangsa selalu menjadi pelopor perubahan sejak awal pergerakan kemerdekaan hingga gerakan-gerakan lainnya termasuk gerakan reformasi".

Masa depan bangsa yang sedang menghadapi berbagai permasalahan juga terletak ditangan pemuda, dengan demikian perhatian dan harapan sebagai generasi muda dari pemerintah dan masyarakat sudah selayaknya dijawab oleh generasi muda dengan respon yang meyakinkan, tegas Uu.

Menyangkut KNPI Uu menyatakan bahwa "KNPI sebagai wadah perhimpunan generasi pemuda yang diakui merupakan organisasi yang dianggap sudah mampu menunjukan citra dan eksistensinya dalam kurun waktu yang cukup panjang selama ini KNPI telah membawa pengaruh serta perubahan terhadap masyarakat yang tidak hanya institusi kaum pemuda saja akan tetapi telah memberikan suatu makna yang cukup signifikan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara".

Tantangan maupun perubahan yang seakan-akan kita hadapi dewasa ini benar-benar membutuhkan kader-kader pemimpin yang mau dan mampu dimana semuanya itu dapat dilakukan optimal di dalam berbagai kelembagaan masyarakat khususnya organisasi pemuda, kata Uu.

Uu mengingatkan, "Sebagai organisasi kepemudaan yang berkembang di Kab. Tasikmalaya saya berharap sikap dan perilaku kader KNPI dapat menunjukkan karakter yang sesuai dengan falsapah masyarakat sunda yang "silih asah silih asih silih asuh".

"Memiliki tata komunikasi sosial yang tentu, seperti tergambar dengan istilah "hade ku omong goreng ku omong", kata Uu. Menyangkut tentang sistem perangkat penataan KNPI menurut Uu harus senantiasa mengedepankan harmoni yang biasa praktekan dengan istilah "benang laukna herang caina". Dengan disertai komunikasi yang santun sebagai penjabaran tatakrama masyarakat dilandasi dengan sikap yang mengedepankan cara-cara damai dalam setiap penyelesaian konflik yang berkembang di masyarakat.
(one)

 
© KNPI Jabar | Design by ONEJIE Edited from Blog template collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger